Ekonomi Melorot, Indonesia Diambang Krisis

Ekonomi Melorot, Indonesia Diambang Krisis


Jakarta, Hanter - Pengamat politik Muslim Arbi mengatakan, ekonomi Indonesia yang saat ini melorot indikatornya sudah jelas yakni posisi mata uang rupiah yang semakin terpuruk oleh dolar. Indikator ini tidak bisa dibantah oleh siapa pun baik dari kalangan pemerintah maupun partai-partai pendukung pemerintah pengamat dan para pendukung lainnya. Jika pemerintah tidak segera carikan jalan keluar atau berusaha keluar dari kondisi ini akibatnya adalah fatal.  

"Kenapa fatal? Negara ternacam bangkrut karena semua indikator ekonomi yang ditunjukkan oleh melemahnya rupiah itu adalah karena terjadi defisit yang tidak pulih," papar Muslim Arbi kepada Harian Terbit, Kamis (9/8/2018).

Muslim menuturkan, pemerintah tidak bisa keluar dari defisit yang ada. Inilah ancaman yang sebenarnya tapi sepertinya tidak ada pergerakan yang berarti dari pemerintah untuk keluar dari ancaman ini. Terlihat pemerintah sudah buntu atas keadaan ini. Meski sudah diakui beberapa waktu oleh Presiden Jokowi atas situasi ekonomi ini. Tapi belum ada langkah konkrit untuk itu. Padahal ancaman kriris ini adalah di rasakan betul oleh rakyat yakni beban hidup yang makib berat.

"Saat ini  rakyat mengeluh dan menjerit atas persoalan kehidupan ini. Tapi sepertinya suara-suara jeritan ini, seperti terikan di gurun pasir. Beberapa waktu lalu ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam Barisan Emak-emak lakukan aksi di depan Istana. Tapi Istana membisu atas hal itu," paparnya.

Krisis

Koordinator Pergerakan Pemuda Merah Putih Wenry Anshory Putra mengatakan, krisis ekonomi kemungkinan akan terjadi di Indonesia bisa datang lebih cepat atau lebih lambat. Apalagi ditandai dengan semakin lemahnya nilai rupiah terhadap dolar. Sehingga berimbas pada kemampuan ekonomi rakyat yang  sudah jauh melemah, khususnya, soal daya beli masyarakat.

"Kalau pemerintah tidak menanggulangi ini, saya khawatir akan terjadi kemarahan masyarakat. Karena, masalah ekonomi bukan hal yang remeh temeh. Ini berkaitan atau bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat," ujar Wenry Anshory Putra kepada Harian Terbit, Kamis (9/8/2018).

Wenry menuturkan, daya beli melemah merupakan imbas dari harga-harga terus naik, ditambah lagi inflasi yang terjadi. Oleh karenanya di negara-negara lain rakyatnya sudah mulai berontak karena kegagalan Pemerintahnya dalam menanggulangi ekonomi. Namun Wenry menyakini pemerintahan Jokowi sudah berbuat untuk mengatasi kesulitan ekonomi rakyat dengan berbagai hal. "Saya sih yakin pemerintahan Jokowi sudah buntu dalam menghadapi ini," paparnya.

Wenry mengakui, bisa saja krisis ekonomi yang dihadapi Indonesia karena pasar sudah tidak percaya dengan pemerintahan Jokowi. Karena, pasar melihat pemerintahan Jokowi kredibilitasnya sudah lemah. Sebagai solusi maka pemerintahan Jokowi harus banyak berbuat untuk mengembalikan kepercayaan pasar terhadapnya. "Apa solusinya? Itu kembali lagi kepada Jokowi Cs, mereka yang harus memutar otak. Saya khawatir bila Jokowi Cs justru cuek," paparnya.

(Safari)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com