Korban Tewas 347 Orang, Gempa Lombok Tepat Jadi Bencana Nasional

Korban Tewas 347 Orang, Gempa Lombok Tepat Jadi Bencana Nasional


Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Gerindra asal Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Willgo Zainar meminta pemerintah menetapkan gempa bumi di Pulau Lombok menjadi bencana nasional mengingat jumlah korban dan tingkat kerusakan yang sangat parah.

"Sudah puluhan ribu rumah hancur, ratusan ribu masyarakat mengungsi, ribuan anak-anak tidak bisa sekolah (diliburkan) dan trauma," kata Willgo di Mataram, Kamis.

Dampak lainnya, kata dia, kantor-kantor tidak dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat karena gedung yang mengalami keretakan dan trauma para pegawai.

Menurut Willgo, pemerintah pusat seharusnya melihat kondisi nyata yang terjadi di Pulau Lombok, sebagai bahan pertimbangan menetapkan daerah bencana nasional.

Dengan demikian, pemerintah pusat melalui APBN dapat membantu penanganan dan pemulihan korban gempa yang tidak akan mampu ditanggung oleh APBD Provinsi NTB dan kabupaten/kota terdampak.

"Sampai tingkat kehancuran apa baru pemerintah mau menetapkannya? Apa masih perlu lebih banyak korban manusia dan harta yang lebih besar lagi? Bukankah gempa di Lombok terus berlanjut tiada henti tanpa bisa diprediksi batas akhirnya," kata Willgo.

Gempa bumi berkekuatan 6,4 pada Skala Richter (SR) mengguncang Pulau Lombok, Sumbawa, NTB, hingga Bali, pada 29 Juli 2018.

347 Orang

Warga yang jadi korban tewas karena gempa 7 skala richter di daerah Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, mencapai 347 orang. Jumlah ini berdasarkan laporan dari para camat dan Bupati Lombok Utara.

Dilansir dari Antara, Badan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lombok Utara mendapat laporan dari seluruh camat soal korban tewas itu.

"Data tersebut dilaporkan pada pertemuan para camat bersama bupati hari ini," kata Kepala BPBD Lombok Utara Iwan Asmara, Rabu (8/8).

Data sementara korban meninggal dunia tersebar di Kecamatan Gangga 54 orang, Kayangan 171 orang, Bayan 11 orang, Tanjung 54 orang, dan Pemenang 57 orang.

"Itu total data sementara yang kami terima dari seluruh camat hingga Rabu siang," katanya dilansir Antara.

(Harian Terbit/Danial)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com