Prabowo - Sandi Jadi Presiden, Kasus Novel Baswedan Selesai Dalam Waktu 3 Bulan

Prabowo - Sandi Jadi Presiden, Kasus Novel Baswedan Selesai Dalam Waktu 3 Bulan


Jakarta, HanTer - Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma mengatakan, pilihan Prabowo Subianto menggandeng Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk menjadi Wakil Presiden dalam Pilpres 2019 merupakan satu upaya untuk membawa Indonesia kearah yang lebih baik dan sejahtera. Sehingga jika Prabowo - Sandi yang memimpin Indonesia maka bisa menyelesaikan kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik KPK Novel Baswedan dalam waktu tiga bulan.

“Pak Zul (Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan) bahkan mencontohkan kasus Novel Baswedan yang berlarut-larut. Kalau pak Prabowo yang memimpin, paling lama tiga bulan kasus itu selesai,” kata Lieus menirukan pidato Zulkifli Hasan saat deklarasi pasangan Prabowo - Sandi, Kamis (9/8/2018) malam.

Lieus menuturkan, Novel Baswedan adalah korban dari rezim hari ini yang  tidak bersungguh-sungguh memberantas praktik korupsi. Karena jika pemerintah serius maka harusnya  pelaku penyiraman air keras terhadap Novel tak sampai bertahun-tahun belum juga tertangkap. Karena itulah, meskipun figur Novel Baswedan yang mereka sodorkan untuk jadi pasangan Prabowo tidak terpilih, Forum Rakyat tidak kecewa.

“Kami justru merasa lega karena sosok Sandiaga Uno yang dipiilih pak Prabowo sama kredibelnya. Kami merasa pilihan pak Prabowo terhadap Sandiaga Uno tidak salah. Itu pilihan yang baik di antara banyak pillihan yang direkomendasikan rakyat Indonesia. Karena itu kami  tidak kecewa,” katanya.

Lieus pun mengajak para penggiat gerakan Tagar #2019GantiPresiden untuk segera merapatkan barisan guna mendukung pasangan Capres Cawapres Prabowo Subianto - Sandiaga Uno yang diusung gabungan tiga partai nasionalis religius yakni Gerindra, PKS dan PAN. “Dari sekian banyak pilihan, sekarang kita sudah mendapatkan jawaban dari Pak Prabowo. Saatnya kita merapatkan barisan, menggalang persatuan dan membangun sinergi untuk mewujudkan cita-cita 2019 ganti Presiden,” katanya.

Lebih lanjut Lieus menyebut, deklarasi Prabowo-Sandi merupakan titik awal gerakan #2019GantiPresiden untuk berjuang lebih keras.

”Perjuangan kita bukan semata untuk mengganti rezim penguasa belaka. Tapi bagaimana agar dalam pemerintahan baru hasil Pilpres 2019 nanti, martabat Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat dan mandiri bisa dikembalikan.

“Perjuangan kita mengganti presiden adalah agar perekonomian membaik, kehidupan sosial dan politik kembali berjalan dengan santun dan beretika, serta kesejahteraan rakyat terwujud secara merata,” pungkasnya.

(Safari)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com