GMF Meraih Predikat Perusahaan dengan Daya Saing Global & Penghargaan Nihil Kecelakaan Kerja

GMF Meraih Predikat Perusahaan dengan Daya Saing Global & Penghargaan Nihil Kecelakaan Kerja


Jakarta, HanTer --- PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMF) kembali menorehkan prestasinya dengan mendapat Juara pertama Perusahaan BUMN Terbuka dengan Daya Saing Global Terbaik pada ajang 7th Anugerah BUMN 2018. Penghargaan ini diberikan dalam acara malam puncak Anugerah BUMN 2018 di Hotel JW Marriot Jakarta (9/8).
 
Selain itu, Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto juga dinobatkan sebagai The Best CEO kategori Visioner untuk anak perusahaan BUMN Terbuka pada ajang yang sama.
 
Iwan Joeniarto mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan yang diterima oleh perusahaan yang dipimpinnya sejak tahun 2017 lalu tersebut. 
 
“Saya mewakili manajemen GMF berterima kasih atas dukungan semua pihak kepada GMF atas pencapaian kami sampai dengan hari ini. Pencapaian ini juga menunjukkan bahwa kinerja yang baik akan selalu menjadi target perusahaan kami “ ujar Iwan. 
 
Ia menambahkan, sebagai perusahaan terbuka, pencapaian baik GMF ini sangat penting untuk membuktikan kepada publik bahwa pusat perawatan pesawat terbesar di Indonesia ini merupakan tempat yang aman untuk berinvestasi. Iwan menambahkan, Penghargaan ini penting bagi GMF sebagai tolak ukur penilaian pihak luar sekaligus menjadi evaluasi di proses internal GMF agar dapat terus berinovasi, khususnya dikalangan Badan Usaha Milik Negara.
 
Diserahkan langsung oleh Ketua Tim Dewan Juri Tanri Abeng dan Menteri Pariwisata Arief Yahya, penghargaan ini bernilai mahal bagi GMF untuk meningkatkan kepercayaan publik. “Achievement kami kali ini diharapkan mendapatkan membawa dampak positif terhadap perkembangan bisnis GMF,” ujarnya Iwan.
 
Proses penganugerahan ini melalui beberapa tahapan wawancara dengan Direktur Utama dan Jajaran Direksi GMF lainnya. Adapun dewan juri diketuai oleh Dr. Tanri Abeng, dan beranggotakan Dr Muhammad Said Didu, Drs Fredi Tulung MUA, dan juga Ir Bramantyo Djohanputro Ph.D, dan beberapa profesional lainnya.
 
Tahun 2018 merupakan tahun ke-7 Majalah BUMN Track menyelenggarakan event Anugerah BUMN. Kegiatan yang didukung oleh PPM Manajemen tersebut mengusung tema: “Memperkokoh BUMN Hadir di Dalam Negeri dan Kancah Global”.  Anugerah BUMN ini merupakan ajang untuk mengapresiasi kontribusi BUMN yang telah menunjukkan kinerja unggul serta mampu berdaya saing di tingkat nasional dan global, sekaligus mendorong pertumbuhan tata kelola BUMN yang semakin baik. Acara ini juga mengapresiasi kepemimpinan pimpinan BUMN yang mampu memperkuat kinerja korporasi sekaligus mengkonsolidasi SDM yang kompetitif dan berdaya saing kuat pada skala internasional.
 
Kriteria penilaian Anugerah BUMN 2018 fokus pada kinerja usaha, kinerja keuangan, kinerja kepemimpinan dan tata kelola perusahaan sepanjang tahun  2017. Selain kinerja korporasi, dipilih pula pemenang CEO terbaik dari BUMN dan anak usaha BUMN. Proses penjurian berlangsung tiga tahap, berupa seleksi kuesioner, presentasi pendalaman materi kuesioner di hadapan Dewan Juri serta wawancara CEO.
 
Dari 120 BUMN dan anak usaha BUMN yang mengikuti seleksi tahap awal, tercatat sebanyak 86 BUMN dan anak perusahaan  yang lolos seleksi penjurian tahap 2 berupa wawancara korporasi. Selanjutnya, sebanyak 32 CEO BUMN terpilih untuk mengikuti wawancara sekaligus menjadi tahap final penjurian. 
 
Nihil Kecelakaan Kerja
 
Selain diakui daya saingnya, GMF juga mendapatkan penghargaan atas capaiannya dalam bidang Kesehatan & Keselamatan Kerja. Ditempat yang berbeda, GMF mendapatkan penghargaan dari Kementerian Ketenagakerjaan RI berupa Zero Accident (Nihil Kecelakaan Kerja) dan Bendera Emas dalam Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Selama periode 1 November 2015 hingga 31 Oktober 2017, GMF berhasil mencatatkan 19,442,733 jam kerja aman. 
 
SMK3 yang diterapkan GMF juga mengalami peningkatan pemenuhan kriteria dari 86,02% pada tahun 2015 menjadi 92,16% pada tahun 2018. Diserahkan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Muhammad Hanif Dakhiri, penghargaan ini dari hasil proses audit eksternal yang dilaksanakan oleh badan audit tersertifikasi dalam hal ini Sucofindo dengan acuan 166 kriteria dalam Sistem Manajemen K3 PP 50 tahun 2012. Adapun subjek audit diantaranya adalah dokumentasi, implementasi dilapangan serta continuous improvement.

(Akbar)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com