KPU Coret PSI dan Perindo dari Daftar Pengusung Jokowi

KPU Coret PSI dan Perindo dari Daftar Pengusung Jokowi


 
Jakarta, HanTer - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencoret Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dari daftar partai politik pengusung capres/cawapres Joko Widodo (Jokowi) - KH Ma'ruf Amin. 
 
Dengan dicoretnya sebagai parpol pengusung maka dua parpol tersebut hanya tercatat sebagai parpol pendukung Jokowi - KH Ma'ruf Amin saja dalam Pilpres 2019.
 
Komisioner KPU Hasyim Asyari mengatakan, hanya partai politik yang tercatat sebagai peserta Pemilu 2014 yang bisa mengusung kandidat pada Pilpres 2019. "Secara formil yang mendaftarkan atau yang mengusulkan adalah partai politik peserta Pemilu 2014. Gabungan parpol yang memenuhi  parliamentary threshold," kata Hasyim di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (10/8/2018).
 
Hasyim menegaskan pencoretan PSI dan Partai Perindo dari berkas partai pengusul mengacu pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Pasal 222 disebutkan bahwa pasangan capres-cawapres diusulkan oleh parpol atau gabungan parpol peserta pemilu yang memenuhi syarat. Yakni, paling sedikit memiliki 20 persen kursi DPR atau memperoleh 25 persen suara sah nasional pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014. 
 
Meski dicoret sebagai partai pengusul Jokowi-Ma'ruf, PSI dan Perindo tetap bisa memberi dukungan kepada pasangan calon tersebut. Statusnya nanti hanya sebagai partai pendukung. 
 
Namun statusnya nanti hanya sebagai partai pendukung. Partai pendukung capres/cawapres juga berlaku bagi Partai Demokrat jika ingin memberi dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf. Jika ingin memberikan dukungan kepada pasangan ini maka statusnya bukanlah sebagai partai pengusul.
 
"Statusnya (Jokowi-Maruf) kan sudah didaftarkan oleh partai pengusul. Jadi yang dihitung sebagai parpol pengusul ya yang sudah mendaftarkan tadi," jelasnya. 
 
Lain halnya, sambung Hasyim,  jika Demokrat memutuskan memberikan dukungan kepada pasangan Parabowo Subianto-Sandiaga Uno. 
 
Hasyim mengatakan bahwa partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu masih bisa disebut sebagai partai pengusul jika dalam pendaftaran pasangan calon Jumat (10/8/2018) ikut hadir mendampingi Prabowo-Sandiaga.
 
Ketua Umum PSI Grace Natalie mengaku tak masalah partainya dicoret dari daftar parpol pengusung. Menurut Grace, kebijakan itu hanya mekanisme administrasi.
 
"Enggak masalah. Jadi kita tercatat sebagai ini UU kalimatnya pengusul. Jadi bersama dengan delapan parpol lain sama-sama pengusul enggak ada masalah," ujar dia.
 
PSI dan Perindo jadi dua dari sembilan partai koalisi Joko Widodo. Kedua partai tersebut memang tercatat sebagai partai baru menjadi peserta pemilih dan belum memiliki kursi di parlemen.

(safari)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com