Tuntut Pencabutan Skorsing, Mahasiswa ISTN Sambangi Kemenristekdikti

Tuntut Pencabutan Skorsing, Mahasiswa ISTN Sambangi Kemenristekdikti


Jakarta, HanTer -- Puluhan mahasiswa ISTN kembali melakukan aksi unjuk rasa menuntut pencabutan sanksi  skorsing yang dijatuhkan rektorat kepada rekan-rekan mereka. Sasaran kali ini adalah Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemristekdikti).  Sebelumnya, Senin, (10/9/2018) mendatangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk tuntanan yang sama.
 
Tuntutan terhadap pencabutan skorsing kepada rekan-rekan mereka menjadi point utama dalam aksi unjuk rasa. Selain itu, Mahasiswa ISTN juga menuntut Kemristekdikti memanggil rektor terkait kasus tersebut. 
 
Mahasiswa juga mendesak Kemristekdikti untuk mengusut keberadaan Majelis Tinggi Institut Sains dan Teknologi Nasional yang menyalahi aturan Undang-undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan Peraturan Pemerintah No. 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Perguruan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi.
 
 
“Pembentukan Majelis Tinggi Institut Sains dan Teknologi Nasional adalah dengan cara menghapus keberadaan Senat Institut sebagai forum tertinggi di Kampus. Adapun keanggotaan dari Majelis Tinggi Institut Sains dan Teknologi Nasional diisi oleh orang-orang yang tidak mempunyai kompetensi, kapabilitas dan akseptabilitas,” kata Presiden Mahasiswa ISTN Arif Nurrahman dalam aksi di depan Kemristekdikti, Kamis (13/9/2018).
 
Arif dan teman-temannya pada hari Senin lalu (10/9) mendatangi Komnas HAM untuk meminta bantuan agar sanksi skorsing dicabut oleh pihak Rektorat ISTN. Namun hingga saat ini, pihak Rektorat ISTN belum melakukan pencabutan skorsing tersebut.
 
Skorsing yang diberikan oleh pihak Rektorat ISTN tersebut bermula dari larangan kegiatan penyambutan mahasiswa baru oleh Lembaga Kemahasiswaan ISTN. Para mahasiswa mempertanyakan pelarangan tersebut dengan melakukan unjuk rasa. Pihak rektorat mengganjar para mahasiswa yang unjuk rasa dengan surat pemanggilan orang tua/wali dan berujung pada skorsing.

(Anugrah)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com